SEO
R
Rizqy
21 Des 2025
6 min read

Apa Itu Domain Rating Dan Fungsinya? Yuk Cari Tahu Jawabannya di bawah ini!

Apa Itu Domain Rating Dan Fungsinya? Yuk Cari Tahu Jawabannya di bawah ini!

rizqy.id – Kalau kamu pernah mendalami dunia SEO, pasti pernah denger istilah yang satu ini,  apa itu domain rating dan fungsinya. Banyak orang lihat angka DR seolah itu penentu hidup-matinya website di Google. Padahal, kalau dipahami lebih jauh, nilai ini sebenarnya cuma indikator yang bantu kamu ngukur seberapa kuat otoritas domain kamu dibanding kompetitor.

Tapi kenapa sih angka ini sering bikin orang penasaran? Kenapa banyak yang ngejar DR tinggi kayak ngejar gebetan? Nah, di sinilah menariknya. Domain Rating itu bukan sekadar angka iseng, dia bisa jadi gambaran besar tentang kualitas backlink dan seberapa dipercaya website kamu di mata tools SEO. Jadi, biar kamu nggak bingung lagi, yuk kita kupas tuntas apa itu domain rating dan fungsinya secara runtut di bawah ini.

Apa Itu Domain Rating?

Sebelum masuk ke manfaatnya, kamu perlu paham dulu konsep dasar apa itu domain rating dan fungsinya. Domain Rating atau DR adalah metrik buatan Ahrefs yang ngukur seberapa kuat profil backlink sebuah domain. Semakin tinggi skor DR, makin besar kemungkinan Google (walau tidak langsung ngomong) bakal menganggap domain kamu punya otoritas yang oke. Tapi penting dicatat, DR itu bukan metrik resmi Google. Ini cuma angka bantu biar kamu bisa ngukur kekuatan website kamu dibanding website lain.

Di balik angka 0–100 itu, ada proses perhitungan yang lumayan rumit. Tools bakal ngitung kualitas backlink, jumlah domain yang ngarah ke kamu, sampai seberapa kuat otoritas dari domain yang kasih backlink tersebut. Jadi, bukan soal kuantitas doang.

Kamu bisa punya 500 backlink tapi DR-nya biasa aja kalau link-nya datang dari situs kecil. Sebaliknya, satu backlink dari website besar bisa nge-boost DR kamu secara signifikan. Dari sini aja kamu sudah bisa lihat gambaran awal apa itu domain rating dan fungsinya dalam dunia SEO.

Bagaimana Cara Domain Rating Diukur?

Biar makin kebayang, kita bahas sedikit cara pengukuran DR. Bagian ini penting karena banyak orang salah paham dan akhirnya mikir DR itu sekadar angka dari jumlah backlink. Padahal nggak sesimpel itu. Sebelum masuk ke detailnya, apa itu domain rating dan fungsinya sebenarnya nggak bakal bisa kamu pahami tanpa tahu rumus dasarnya. Kualitas backlink jauh lebih penting daripada jumlah backlink.

Tools SEO seperti Ahrefs menggunakan algoritma yang menilai seberapa kuat backlink yang masuk ke domain kamu. Domain yang dapat backlink dari situs berotoritas tinggi otomatis bakal punya potensi DR lebih besar. Nah, dari backlink tersebut, juga dihitung apakah backlink-nya dofollow atau nofollow, apakah relevan dengan niche kamu, dan apakah situs pemberi backlink punya reputasi bagus.

Terus, algoritma juga mempertimbangkan efek distribusi otoritas. Artinya, kalau sebuah website memberikan backlink ke banyak situs sekaligus, kekuatan otoritas yang dia bagikan bakal dibagi.

Jadi, backlink dari website yang jarang ngasih link keluar biasanya lebih berdampak besar. Semua faktor ini saling nyambung dan menghasilkan angka final yang kamu lihat di dashboard DR. Makanya, memahami apa itu domain rating dan fungsinya bikin kamu bisa ambil keputusan SEO yang lebih pintar.

Fungsi Domain Rating untuk Strategi SEO

Setelah tahu definisi dan cara ngukurnya, sekarang kita masuk ke bagian yang paling sering ditanyain, apa fungsi DR buat strategi SEO

1. DR bisa bantu kamu ngukur kekuatan domain competitor

Misalnya kamu mau bersaing di niche tertentu, dan kamu lihat kompetitor punya DR jauh di atas kamu, itu sinyal kalau kamu perlu kerja keras bangun backlink berkualitas. Di sinilah manfaat memahami apa itu domain rating dan fungsinya. Kamu jadi punya gambaran strategis sebelum menyerbu keyword kompetitif.

2. DR membantu kamu evaluasi perjalanan SEO kamu sendiri

Dengan nge-track pertumbuhan DR dalam beberapa bulan, kamu bisa tahu apakah backlink yang kamu bangun bekerja atau cuma ngabisin waktu. Kalau DR naik, kemungkinan besar kamu berada di jalur yang benar.

3. DR sering dipakai buat menilai peluang backlink

Misalnya kamu mau guest post. Kamu pasti lebih milih website dengan DR tinggi dibanding DR rendah, kan? Karena backlink dari situs ber-DR tinggi biasanya lebih berdampak buat ranking kamu. Intinya, DR itu kayak lampu indikator. Dia ngasih tanda, tapi kamu tetap yang nyetir strategi SEO-nya.

Apakah Domain Rating Berpengaruh Langsung ke Ranking Google?

Sebelum kamu terlalu ngebet ngejar DR tinggi, ada satu hal yang perlu kamu pahami dulu. Banyak yang ngira DR itu berpengaruh langsung ke ranking. Padahal, Google nggak pernah ngomong mereka pakai Domain Rating sebagai faktor penilaian. Jadi kalau kamu tanya apa itu domain rating dan fungsinya, jawabannya adalah: ini metrik pihak ketiga, bukan algoritma resmi Google.

Tapi bukan berarti DR nggak penting. DR tetap relevan karena dia merefleksikan kualitas backlink, dan backlink jelas merupakan salah satu faktor penting dalam SEO. Google memang nggak baca angka DR kamu, tapi Google melihat sinyal otoritas, relevansi, dan reputasi dari website kamu. Dan semua itu erat hubungannya sama backlink.

Makanya, DR itu ibarat nilai rapor versi tools SEO. Kalau nilainya tinggi, kemungkinan besar backlink kamu udah bagus. Kalau rendah, mungkin kamu perlu optimasi lagi. Tapi tetap ingat, jangan jadikan DR sebagai satu-satunya patokan. Banyak website dengan DR biasa tapi bisa ranking tinggi karena kontennya super relevan dan sesuai niat pencarian pengguna. Jadi DR itu penting, tapi bukan dewa.

Cara Meningkatkan Domain Rating Aman dan Natural

Nah, setelah tahu apa itu domain rating dan fungsinya, kamu pasti kepo gimana caranya ningkatin DR. Tapi sebelum bahas langkah-langkahnya, pastikan kamu paham satu prinsip dulu,  jangan main curang. DR tinggi tapi dibangun dengan backlink spam cuma bikin website kamu rentan kena penalti atau turun ranking.

  1. Pertama, DR bisa bantu kamu ngukur kekuatan domain kompetitor. Dari sini kamu bisa tahu apakah website kamu sudah cukup kuat buat bersaing atau masih perlu banyak upgrade.
  2. Untuk meningkatkan DR, kamu bisa mulai dengan bikin konten yang bener-bener layak dibagikan. Konten berkualitas biasanya otomatis menarik backlink alami dari banyak situs.
  3. Kamu juga bisa memperkuat otoritas dengan kolaborasi atau guest post di website yang relevan. Selain dapat backlink, kamu juga dapat exposure tambahan yang lumayan ngaruh buat branding.
  4. Lalu, coba intip backlink kompetitor kamu. Dari situ, kamu bisa nemu peluang link yang sebelumnya nggak kamu sadari.
  5. Jangan lupa soal relevansi. Backlink dari situs yang satu niche sama kamu jauh lebih kuat dibanding link random dari topik yang nggak ada hubungannya.
  6. Terakhir, pastikan website kamu bebas masalah teknis. Situs yang lambat atau banyak error bakal ngerem pertumbuhan DR meski kamu sudah bangun backlink di sana-sini.

Intinya, naikkan DR secara organik, konsisten, dan relevan. Dengan begitu, kamu nggak cuma dapat angka bagus, tapi juga ranking yang lebih stabil di hasil pencarian.

Bagikan Artikel

R

rizqy

Author

Digital Marketing Expert & SEO Specialist yang membantu bisnis meningkatkan visibilitas online melalui strategi pemasaran digital yang terukur dan efektif.